Niat adalah keinginan yang dikatakan didalam hati kita dan badan kita melaksanakan keinginan tersebut. Kalau keinginan itu dikatakan didalam hati tapi kita melakukan itu bukan dikatakan niat yang benar. Didalam hadist mengatakan “innamal ‘amalu binniat” artinya sesungguhnya perbuatan itu tergantung niatnya.Apakah niat itu perlu ada..??bagaimana niat yang baik..??
Niat merupakan kata yang ada dalam hati, kadang niat juga bias dilafadkan melalui lidah atau cukup dihati saja. Kenapa semua perbuatan itu tergantung dengan niatnya! Karena niat itu dari hati sementara hati termasuk central dari tubuh kita.Pernahkah kita sakit hati? Apa yang kita rasakan? Pasti badan kita lemas karena sakit hati susah makan pikiran galau dan tidak konsentrasi, makanya itu central dari tubuh kita adalah hati.”sesungguhnya didalam tubuh kita ada segumpal daging,ketika daging rusak maka rusaklah tubuh kita,dan ketika daging itu baik makalah baiklah tubuh kita,apa itu daging itu? Daging itu adalah Hati”. Niat itu harus ada dalam diri kita apa lagi kita seorang penuntut ilmu, karena salah dalam start niatnya maka kita akan hancur untuk selanjutnya.
Niat yang paling baik yang pertama kali dalam hati kita adalah “Lillahi Ta’ala” (karena Allah SWT) karena Tuhan adalah segalanya. Seperti yang diucapkan didalam sholat “innasholati wanusuki wamah yaya wa mamati lillahi robbil ‘alamin” artinya sesungguhnya sholatku,ibadahku,hidupku,matiku karena Allah Swt. Begitu juga niat kita dalam mencari ilmu adalah karena Allah SWT. Banyak orang yang niat mencari ilmu untuk mencari kedudukan, biar dapet pekerjaan biar sukses dll,tapi tidak ada dihati mereka niat karena Allah SWT, sehingga ketika mereka mendapatkan kedudukan dan sukses mereka lupa Allah SWT, mereka sombong dan bahkan korupsi, mereka lupa bahwa sebenarnya Allah lah yang memberikan kedudukan dan kesuksesan.
Maka dari itu jangan sampai salah niat dalam hati, yang paling utama adalah niat kita hanya karena Allah SWT. Mulailah dari sekarang untuk membenahi niat kita yang sebelumnya salah.
Kamis, 29 September 2011
JUJUR KUNCI KEBERHASILAN
Jujur merupakan sifat yang terpuji yang dimiliki oleh Rosul.Jujur adalah apa yang diucapkan lidah itu sama dengan yang ada dihati Jujur adalah sifat yang ada desetiap hati manusia , tetapi susah untuk mengaplikasikan sifat jujur itu.Saat ini kata jujur sudah asing dan kadang akan menjadi bomber untuk kita.Kenapa jujur itu sulit untuk diterapkan? Kenapa sebagian orang mengatakan Jujur itu menyakitkan?Jujur itu hancur?
Kejujuran memang sebuah harga yang sangat mahal, coba difikirkan kalau seandainya orang selalu jujur mungkin penjara akan ramai.Memang susah untuk berkata jujur, mungkin lidah berkata jujur tapi hati berkata lain. Orang bohong itu karena sekali dia bohong maka dia akan ketagihan untuk bohong.Apalagi kebohongan untuk mencapai sesuatu itu sudah menjadi tradisi .
Sebenarnya kejujuran itu akan membawa kebahagiaan.Kejujuran adalah kedudukan yang paling tinggi didunia dan akherat .Coba anda berkata bohong apakah anda merasa rikuh atau merasa dosa besar.!atau anda merasa biasa aja ! kalau memang anda merasa anda biasa aja, berarti anda termasuk orang yang munafik,karena apa yang anda ucapkan itu tidak sesuai dengan apa yang dihati anda.
Ingatlah kadang kebohongan bisa menyelamatkan anda tapi suatu saat kebohongan itu akan menghantui diri anda,bahkan dosa – dosa kebohongan itu akan membelenggu hati,sehingga hati anda akan buta. Karena dampak dari kebohongan itu adalah ketika sekali anda ketahuan anda berkata bohong atau tidak jujur maka selamanya anda akan tidak dipercaya orang lain. Sadarlah sebenarnya tak selamanya kejujuran itu akan menyakitkan,mungkin dengan kejujuran itu akan membawa keburuntungan untuk anda.
Kurangilah berkata bohong dan mulailah untuk mencoba untuk berkata jujur.Mulailah diri anda untuk menjadi orang yang baik karena kejujuran adalah ciri-ciri orang yang baik.Jaga lisan kita untuk menghindari kata-kata bohong.Semoga Tuhan YME selalu menjaga hati dan lisan kita untuk selalu berkata jujur dan menjadi golongan orang – orang yang benar. Amien.
Kejujuran memang sebuah harga yang sangat mahal, coba difikirkan kalau seandainya orang selalu jujur mungkin penjara akan ramai.Memang susah untuk berkata jujur, mungkin lidah berkata jujur tapi hati berkata lain. Orang bohong itu karena sekali dia bohong maka dia akan ketagihan untuk bohong.Apalagi kebohongan untuk mencapai sesuatu itu sudah menjadi tradisi .
Sebenarnya kejujuran itu akan membawa kebahagiaan.Kejujuran adalah kedudukan yang paling tinggi didunia dan akherat .Coba anda berkata bohong apakah anda merasa rikuh atau merasa dosa besar.!atau anda merasa biasa aja ! kalau memang anda merasa anda biasa aja, berarti anda termasuk orang yang munafik,karena apa yang anda ucapkan itu tidak sesuai dengan apa yang dihati anda.
Ingatlah kadang kebohongan bisa menyelamatkan anda tapi suatu saat kebohongan itu akan menghantui diri anda,bahkan dosa – dosa kebohongan itu akan membelenggu hati,sehingga hati anda akan buta. Karena dampak dari kebohongan itu adalah ketika sekali anda ketahuan anda berkata bohong atau tidak jujur maka selamanya anda akan tidak dipercaya orang lain. Sadarlah sebenarnya tak selamanya kejujuran itu akan menyakitkan,mungkin dengan kejujuran itu akan membawa keburuntungan untuk anda.
Kurangilah berkata bohong dan mulailah untuk mencoba untuk berkata jujur.Mulailah diri anda untuk menjadi orang yang baik karena kejujuran adalah ciri-ciri orang yang baik.Jaga lisan kita untuk menghindari kata-kata bohong.Semoga Tuhan YME selalu menjaga hati dan lisan kita untuk selalu berkata jujur dan menjadi golongan orang – orang yang benar. Amien.
Senin, 23 Mei 2011
Wanita Perokok Aktif
Pada umumnya rokok adalah zat aktif yang sangat merugikan bahkan sangat berbahaya bagi tubuh. Namun pada kenyataannya rokok menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan didalam keseharian kita. Bahkan anak – anak dibawah umur sudah banyak yang ikut merasakan betapa nikmatnya rokok itu. Bukan tak mungkin dalam 20 atau 30 tahun kedepan banyak yang sudah beresiko mererima penyakit yang diakibatkan oleh rokok itu sendiri bahkan kematian.
Pria umumnya banyak yang mengkonsumsi rokok. Saat ini bukan hanya pria saja yang merokok tetapi juga wanita. Disinilah pokok permasalahan kita yaitu tentang wanita perokok aktif. Mungkin saja wanita tidak mau kalah dengan pria dalam segala hal, tanpa terkecuali merokok. Bahkan mereka pun banyak sekali yang menjadi perokok aktif. Ini yang menjadi masalah saat ini. Karena rokok bukan hanya merugikan bagi pengisapnya tetapi juga merugikan bagi orang – orang yang ada disekitar kita.
Banyak yang bilang, wanita yang merokok itu merasakan atau ikut menggunakan rokok oleh beberapa faktor diantaranya pergaulan, masalah sehari – hari bahkan depresi yang berat. Mereka berpendapat bahwa merokok itu adalah untuk mengisi waktu luang. Padahal bahaya yang terkandung didalamnya amatlah berbahaya. Di kemasan bungkus rokok itu sendiri tertulis bahwa “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”. Tetapi mungkin itu hanyalah sebuah tulisan yang mungkin mereka kira tak berguna dan kalah nikmatnya oleh rokok itu sendiri.
Bagi wanita, bahaya menjadi perokok aktif adalah gangguan kehamilan dan juga janin. Mereka mungkin bisa saja tidak mempunyai keturunan akibat rokok. Bahkan kematian bisa mengancam setiap saat.
Pria umumnya banyak yang mengkonsumsi rokok. Saat ini bukan hanya pria saja yang merokok tetapi juga wanita. Disinilah pokok permasalahan kita yaitu tentang wanita perokok aktif. Mungkin saja wanita tidak mau kalah dengan pria dalam segala hal, tanpa terkecuali merokok. Bahkan mereka pun banyak sekali yang menjadi perokok aktif. Ini yang menjadi masalah saat ini. Karena rokok bukan hanya merugikan bagi pengisapnya tetapi juga merugikan bagi orang – orang yang ada disekitar kita.
Banyak yang bilang, wanita yang merokok itu merasakan atau ikut menggunakan rokok oleh beberapa faktor diantaranya pergaulan, masalah sehari – hari bahkan depresi yang berat. Mereka berpendapat bahwa merokok itu adalah untuk mengisi waktu luang. Padahal bahaya yang terkandung didalamnya amatlah berbahaya. Di kemasan bungkus rokok itu sendiri tertulis bahwa “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”. Tetapi mungkin itu hanyalah sebuah tulisan yang mungkin mereka kira tak berguna dan kalah nikmatnya oleh rokok itu sendiri.
Bagi wanita, bahaya menjadi perokok aktif adalah gangguan kehamilan dan juga janin. Mereka mungkin bisa saja tidak mempunyai keturunan akibat rokok. Bahkan kematian bisa mengancam setiap saat.
Minggu, 17 April 2011
PSSI vs MENPORA
Percaya ga percaya hidup itu adalah tanda tanya besar, mulai dari bagaimana kita dilahirkan? Kenapa ada siang dan malam ? Kenapa pelangi begitu indah? Sampai kenapa Nurdin Halid masih aja ngotot jadi ketua PSSI dan tidak mau turun dari jabatannya?
Baru-baru ini saya baca berita dari metro tentang pembekuan PSSI oleh pemerintah. entah Nurdin Halid yang kepalanya udah batu atau memang otaknya hilang, kali ini dia menuding Andi Mallarangeng sebagai figur yang tidak pantas menjabat Menpora. Dia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memecat Andi.
“Sikap saya yang pertama, bersama seluruh pengurus PSSI adalah segera mencopot daripada saudara Alfian Mallarangeng selaku Menpora karena tidak cakap dan tidak pantas menjadi Menpora,” kata Nurdin saat dihubungi Metro TV beberapa saat setelah Andi Mallarangeng menggelar konferensi pers, Senin (28/3).
Nurdin menilai Andi Mallarangeng hanya membela kepentingan sekelompok orang yang dinilainya ilegal dalam kepengurusan PSSI. Nurdin pun menuding bahwa Andi lah yang menjadi pengacau dalam penyelenggaran Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau. Seperti diketahui kongres berakhir ricuh. Pengurus PSSI, seperti Nurdin Halid dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes, tidak hadir. Kongres diambil-alih para pemegang hak suara PSSI.
“Yang menciptakan kebingungan anggota peserta kongres justru sebaliknya, Menpora-lah yang bernama Andi Mallarangeng yang selama ini mengobok-obok PSSI,” tuding Nurdin.
Nurdin pun berpendapat Menegpora telah bersikap diktator yang otoriter. Untuk itu Nurdin masih berani mengajak insan sepak bola di Indonesia, untuk menolak keputusan pemerintah melalui Menegpora itu.
Ditanya soal ketidakhadiran dirinya pada kongres, Nurdin mengatakan situasi kongres sangat tidak kondusif, dan tak memungkinkan dirinya hadir. Kongres sudah dikuasai oleh orang-orang yang tak bertanggung-jawab. Sebelumnya bahkan sudah terjadi teror kepada panitia kongres. Di akhir wawancara, Nurdin memastikan bahwa dirinya masih banyak pendukung dari para pemegang hak suara PSSI.
Soal penghentian kucuran dana pemerintah, Nurdin mengatakan bahwa dirinya tetap tak mengakui keputusan itu. Nurdin meminta DPR, dalam hal ini komisi anggaran, tidak mengikuti permintaan Menegpora. Meski begitu, Nurdin yakin kompetisi sepak bola di bawah PSSI akan tetap berjalan, sekalipun tidak ada kucuran dana dari pemerintah. Nurdin mengaku dirinya akan mundur, jika Andi Mallarangeng pun mundur dari Menegpora.
“Kami akan berjalan terus mengawal terus konsolidasi organisasi, karena itu harkat martabat organisasi PSSI,” tegas Nurdin.(DSY) sumber: Metro TV
Baru-baru ini saya baca berita dari metro tentang pembekuan PSSI oleh pemerintah. entah Nurdin Halid yang kepalanya udah batu atau memang otaknya hilang, kali ini dia menuding Andi Mallarangeng sebagai figur yang tidak pantas menjabat Menpora. Dia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memecat Andi.
“Sikap saya yang pertama, bersama seluruh pengurus PSSI adalah segera mencopot daripada saudara Alfian Mallarangeng selaku Menpora karena tidak cakap dan tidak pantas menjadi Menpora,” kata Nurdin saat dihubungi Metro TV beberapa saat setelah Andi Mallarangeng menggelar konferensi pers, Senin (28/3).
Nurdin menilai Andi Mallarangeng hanya membela kepentingan sekelompok orang yang dinilainya ilegal dalam kepengurusan PSSI. Nurdin pun menuding bahwa Andi lah yang menjadi pengacau dalam penyelenggaran Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau. Seperti diketahui kongres berakhir ricuh. Pengurus PSSI, seperti Nurdin Halid dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes, tidak hadir. Kongres diambil-alih para pemegang hak suara PSSI.
“Yang menciptakan kebingungan anggota peserta kongres justru sebaliknya, Menpora-lah yang bernama Andi Mallarangeng yang selama ini mengobok-obok PSSI,” tuding Nurdin.
Nurdin pun berpendapat Menegpora telah bersikap diktator yang otoriter. Untuk itu Nurdin masih berani mengajak insan sepak bola di Indonesia, untuk menolak keputusan pemerintah melalui Menegpora itu.
Ditanya soal ketidakhadiran dirinya pada kongres, Nurdin mengatakan situasi kongres sangat tidak kondusif, dan tak memungkinkan dirinya hadir. Kongres sudah dikuasai oleh orang-orang yang tak bertanggung-jawab. Sebelumnya bahkan sudah terjadi teror kepada panitia kongres. Di akhir wawancara, Nurdin memastikan bahwa dirinya masih banyak pendukung dari para pemegang hak suara PSSI.
Soal penghentian kucuran dana pemerintah, Nurdin mengatakan bahwa dirinya tetap tak mengakui keputusan itu. Nurdin meminta DPR, dalam hal ini komisi anggaran, tidak mengikuti permintaan Menegpora. Meski begitu, Nurdin yakin kompetisi sepak bola di bawah PSSI akan tetap berjalan, sekalipun tidak ada kucuran dana dari pemerintah. Nurdin mengaku dirinya akan mundur, jika Andi Mallarangeng pun mundur dari Menegpora.
“Kami akan berjalan terus mengawal terus konsolidasi organisasi, karena itu harkat martabat organisasi PSSI,” tegas Nurdin.(DSY) sumber: Metro TV
Rabu, 16 Maret 2011
Masalah Kebudayaan di Indonesia
Indonesia mempunyai berbagai macam kebudayaan. Hampir setiap pulau ditinggali oleh suku dan ras dan tiap-tiap suku dan ras mempunyai kebudayaannya sendiri. Namun seiring berkembangnya zaman, kebudayaan di Indonesia mulai luntur. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya teknologi yang mempunyai dampak negatif terhadap kebudayaan Indonesia. Dengan banyaknya media elektronik kebudayaan barat mulai mengubah pola pikir masyarakat Indonesia. Karena pola pikir masyarakat Indonesia yang masih rendah, mereka dengan mudah mengikuti budaya barat tanpa adanya filtrasi. Sehingga mereka cenderung melupakan kebudayaanya sendiri.
Selain itu, pemerintah terkesan asal- asalan mengurusi budaya. Sehingga dengan mudahnya Negara lain mengakui kebudayaan Indonesia sebagai miliknya. Apabila hal ini terus berlangsung maka kebudayaan Indonesia akan mati.
Budaya global semakin lama telah menggusur budaya lokal Indonesia. Contoh untuk hal ini dapat kita lihat pada masyarakat keraton Indonesia. Dalam dua abad terakhir tata masyarakat kerajaan mulai memudar. Kedudukan bangsawan dikudeta oleh kaum pedagang dengan senjata teknologi dan uang. Legitimasi istana yang bersemboyan kawula gusti kini diinjak-injak oleh semangan individualisme, hak asasi, dan kemanusiaan. Mitos dan agama digeser sekularisme dan rasionalitas. Tata sosial kerajaan digantikan oleh nasionalisme. Akibat runtuhnya kerajaan yang mengayomi seniman-cendekiawan istana, berantakanlah kondisi kerja dan pola produksi seni-budaya istana.
Kesenian dan kebudayaan merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kesenian dapat menjadi wadah untuk mempertahankan identitas budaya Indonesia. Faktanya, sekarang ini identitas budaya Indonesia sudah mulai memudar karena arus global. Sehingga kondisi yang mengkhawatirkan ini perlu segera diselamatkan. Hal ini semakin diperparah dengan diakuinya budaya indonesia oleh bangsa lain. Masalah yang sedang marak baru-baru ini adalah diakuinya lagu daerah “Rasa Sayang-sayange” yang berasal dari Maluku, serta “Reog Ponorogo” dari Jawa Timur oleh Malaysia. Hal ini disebabkan oleh kurang pedulinya bangsa indonesia terhadap budayanya. Namun ketika kebudayaan itu diakui oleh bangsa lain, indonesia bingung. Berita terbaru menyebutkan bahwa kesenian “angklung” dari Jawa Barat juga mau dipatenkan oleh negara tersebut. Lalu dimanakah peran masyarakat dan pemerintah dalam hal ini?
Kebudayaan nasional adalah kebudayan kita bersama yakni kebudayaan yang mempunyai makna bagi kita bangsa indonesia. Kalau bukan kita lalu siapa lagi yang akan menjaga dan meletarikannya. Seharusnya sebagai warga negara indonesia patut bangga dengan mempunyai kekayaan budaya. Hal ini sebenarnya akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan tersebut. Sebagai warga negara kita hendaknya menanggapi dengan arif pengaruh nilai-nilai budaya barat untuk mengembangkan dan memperkaya, serta meningkatkan kebudayaan nasional dengan cara menyaring kebudayaan itu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil nilai yang baik dan meninggalkan nilai yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita.
Begitu juga halnya dengan pemerintah, pemerintah harus tegas dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan indonesia dengan cara membuat peraturan perundangan yang bertujuan untuk melindungi budaya bangsa. Dan jika perlu pemerintah harus mematenkan budaya-budaya yang ada di Indonesia agar budaya-budaya bangsa tidak jatuh ke tangan bangsa lain. Pemerintah harus membangun sumber daya manusia dan meningkatkanan daya saing bangsa dapat dilakukan dengan menanamkan norma dan nilai luhur budaya Indonesia sejak dini, dengan cara sosialisasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak sejak usia prasekolah. Hal ini ditujukan untuk mengangkat kembali identitas bangsa Indonesia.
Selain itu, pemerintah terkesan asal- asalan mengurusi budaya. Sehingga dengan mudahnya Negara lain mengakui kebudayaan Indonesia sebagai miliknya. Apabila hal ini terus berlangsung maka kebudayaan Indonesia akan mati.
Budaya global semakin lama telah menggusur budaya lokal Indonesia. Contoh untuk hal ini dapat kita lihat pada masyarakat keraton Indonesia. Dalam dua abad terakhir tata masyarakat kerajaan mulai memudar. Kedudukan bangsawan dikudeta oleh kaum pedagang dengan senjata teknologi dan uang. Legitimasi istana yang bersemboyan kawula gusti kini diinjak-injak oleh semangan individualisme, hak asasi, dan kemanusiaan. Mitos dan agama digeser sekularisme dan rasionalitas. Tata sosial kerajaan digantikan oleh nasionalisme. Akibat runtuhnya kerajaan yang mengayomi seniman-cendekiawan istana, berantakanlah kondisi kerja dan pola produksi seni-budaya istana.
Kesenian dan kebudayaan merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kesenian dapat menjadi wadah untuk mempertahankan identitas budaya Indonesia. Faktanya, sekarang ini identitas budaya Indonesia sudah mulai memudar karena arus global. Sehingga kondisi yang mengkhawatirkan ini perlu segera diselamatkan. Hal ini semakin diperparah dengan diakuinya budaya indonesia oleh bangsa lain. Masalah yang sedang marak baru-baru ini adalah diakuinya lagu daerah “Rasa Sayang-sayange” yang berasal dari Maluku, serta “Reog Ponorogo” dari Jawa Timur oleh Malaysia. Hal ini disebabkan oleh kurang pedulinya bangsa indonesia terhadap budayanya. Namun ketika kebudayaan itu diakui oleh bangsa lain, indonesia bingung. Berita terbaru menyebutkan bahwa kesenian “angklung” dari Jawa Barat juga mau dipatenkan oleh negara tersebut. Lalu dimanakah peran masyarakat dan pemerintah dalam hal ini?
Kebudayaan nasional adalah kebudayan kita bersama yakni kebudayaan yang mempunyai makna bagi kita bangsa indonesia. Kalau bukan kita lalu siapa lagi yang akan menjaga dan meletarikannya. Seharusnya sebagai warga negara indonesia patut bangga dengan mempunyai kekayaan budaya. Hal ini sebenarnya akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan tersebut. Sebagai warga negara kita hendaknya menanggapi dengan arif pengaruh nilai-nilai budaya barat untuk mengembangkan dan memperkaya, serta meningkatkan kebudayaan nasional dengan cara menyaring kebudayaan itu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil nilai yang baik dan meninggalkan nilai yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita.
Begitu juga halnya dengan pemerintah, pemerintah harus tegas dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan indonesia dengan cara membuat peraturan perundangan yang bertujuan untuk melindungi budaya bangsa. Dan jika perlu pemerintah harus mematenkan budaya-budaya yang ada di Indonesia agar budaya-budaya bangsa tidak jatuh ke tangan bangsa lain. Pemerintah harus membangun sumber daya manusia dan meningkatkanan daya saing bangsa dapat dilakukan dengan menanamkan norma dan nilai luhur budaya Indonesia sejak dini, dengan cara sosialisasi nilai budaya yang ditanamkan kepada anak sejak usia prasekolah. Hal ini ditujukan untuk mengangkat kembali identitas bangsa Indonesia.
Sabtu, 08 Januari 2011
Dampak Naturalisasi Pemain Sepak Bola Keturunan Indonesia
Pemain Sepak Pola Keturunan Indonesia kini bisa merumput di Indonesia dan membela tim nasional Indonesia. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan naturalisasi pemain sepak bola. Meski kebijakan ini baru sebatas bagi mereka yang memiliki asal usul atau orang tua yang berasal dari Indonesia.
Sedangkan bagi mereka yang masih murni warga negara asing, belum memiliki kesempatan untuk membela tim nasional Indonesia. Walaupun kualitas yang dimiliki sudah terbukti dan memiliki keinginan untuk bermain bagi tim nasional merah putih.
Namun dengan berbagai alasan, salah satunya berasal dari statuta FIFA, maka keinginan beberapa ekspatriat asing tersebut harus ditunda.
Di antara beberapa pemain sepak bola asing yang berminat membela tim nasional Indonesia adalah Christian Gonzales dan Ronald Fagundez. Kedua pemain tersebut pada saat ini memiliki istri yang berasal dari Kediri serta Makasar. Oleh karena itu, mereka berdua menyatakan keinginannya untuk mengikuti seleksi tim nasional sepak bola Indonesia.
Opsi Lain
Namun dalam hal ini rupanya pengurus organisasi sepakbola Indonesia, PSSI memiliki opsi lain. Mereka lebih memilih untuk mengundang pemain sepak bola keturunan Indonesia yang bermain di berbagai negara untuk masuk ke dalam skuad Tim Nasional PSSI.
Bahkan di Belanda, PSSI membuka loket khusus untuk mengumpulkan data para pemain keturunan Indonesia yang memiliki bakat bermain sepak bola dan pada saat ini tinggal di negara tersebut. Hal ini demi membuka kesempatan bagi warga keturunan Indonesia yang memiliki keinginan untuk kembali ke Indonesia dan bermain sepak bola di Indonesia.
Beberapa pemain yang sudah masuk dalam daftar pemain keturunan Indonesia di antaranya adalah Kim Jeffery dan Irfan Bachdim. Bahkan Irfan Bachdim sudah tergabung dalam salah satu klub peserta Indonsia Super League yaitu Persema Malang.
Pemain lain yang dibidik untuk bisa memperkuat tim nasional Sepak bola Indonesia adalah Sergio Van Dick yang pada saat ini juga masih berstatus warga negaraBelanda.
Dampak Naturalisasi
Kebijakan naturalisasi ini bagi sebagian pihak dianggap kurang memiliki manfaat. Hal ini dapat menunjukkan kegagalan sistem kompetisi sepakbola tanah air yang kurang bisa menciptakan pemain berbakat.
Selain itu, dengan adanya naturalisasi dianggap sama dengan jalan pintas untuk mencari prestasi, namun mengesampingkan proses pemajuan sepak bola.
Selain itu dengan adanya naturalisasi ditakutkan hanya menjadi ajang para pemain untuk mendongkrak daya jual mereka. Hal ini setelah mereka gagal bermain di level yang lebih baik di kompetisi sepak bola negara mereka. Dengan catatan pernah bermain di tim nasional, maka diharapkan mereka bisa menambah nilai kontrak pada klub yang mereka bela kelak. Hal ini terkait dengan rasa nasionalisme yang tentu berbeda dengan para pemain yang dimiliki oleh para pemain non naturalisasi.
Sedangkan bagi mereka yang masih murni warga negara asing, belum memiliki kesempatan untuk membela tim nasional Indonesia. Walaupun kualitas yang dimiliki sudah terbukti dan memiliki keinginan untuk bermain bagi tim nasional merah putih.
Namun dengan berbagai alasan, salah satunya berasal dari statuta FIFA, maka keinginan beberapa ekspatriat asing tersebut harus ditunda.
Di antara beberapa pemain sepak bola asing yang berminat membela tim nasional Indonesia adalah Christian Gonzales dan Ronald Fagundez. Kedua pemain tersebut pada saat ini memiliki istri yang berasal dari Kediri serta Makasar. Oleh karena itu, mereka berdua menyatakan keinginannya untuk mengikuti seleksi tim nasional sepak bola Indonesia.
Opsi Lain
Namun dalam hal ini rupanya pengurus organisasi sepakbola Indonesia, PSSI memiliki opsi lain. Mereka lebih memilih untuk mengundang pemain sepak bola keturunan Indonesia yang bermain di berbagai negara untuk masuk ke dalam skuad Tim Nasional PSSI.
Bahkan di Belanda, PSSI membuka loket khusus untuk mengumpulkan data para pemain keturunan Indonesia yang memiliki bakat bermain sepak bola dan pada saat ini tinggal di negara tersebut. Hal ini demi membuka kesempatan bagi warga keturunan Indonesia yang memiliki keinginan untuk kembali ke Indonesia dan bermain sepak bola di Indonesia.
Beberapa pemain yang sudah masuk dalam daftar pemain keturunan Indonesia di antaranya adalah Kim Jeffery dan Irfan Bachdim. Bahkan Irfan Bachdim sudah tergabung dalam salah satu klub peserta Indonsia Super League yaitu Persema Malang.
Pemain lain yang dibidik untuk bisa memperkuat tim nasional Sepak bola Indonesia adalah Sergio Van Dick yang pada saat ini juga masih berstatus warga negaraBelanda.
Dampak Naturalisasi
Kebijakan naturalisasi ini bagi sebagian pihak dianggap kurang memiliki manfaat. Hal ini dapat menunjukkan kegagalan sistem kompetisi sepakbola tanah air yang kurang bisa menciptakan pemain berbakat.
Selain itu, dengan adanya naturalisasi dianggap sama dengan jalan pintas untuk mencari prestasi, namun mengesampingkan proses pemajuan sepak bola.
Selain itu dengan adanya naturalisasi ditakutkan hanya menjadi ajang para pemain untuk mendongkrak daya jual mereka. Hal ini setelah mereka gagal bermain di level yang lebih baik di kompetisi sepak bola negara mereka. Dengan catatan pernah bermain di tim nasional, maka diharapkan mereka bisa menambah nilai kontrak pada klub yang mereka bela kelak. Hal ini terkait dengan rasa nasionalisme yang tentu berbeda dengan para pemain yang dimiliki oleh para pemain non naturalisasi.
Rabu, 01 Desember 2010
GAYUS TAMBUNAN
Gayus GP Tambunan seperti bukan seorang penjahat. Dia seperti orang yang penting ‘VVIP’ (very very important person) yang mendapatkan berbagai keistimewaan. Termasuk pengamanan dirinya. Sejak dia menjejakkan kakinya kembali di Bandara Soekarno-Hatta. Bahkan, sang ‘tokoh’ ini, sebelum meninggalkan Jakarta, sudah bertemu tiga kali dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.
Justru, usai bertemu dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum itu, Gayus Tambunan dapat melenggang meninggalkan Jakarta, menuju Singapura berserta dengan isteri dan tiga anaknya, serta menginap di Hotel Meritus Mandarin, yang mewah di Singapura. Gayus bukan seperti pegawai yang hanya golongan III A. Inilah sebuah keajaiban di Indonesia.
Orang yang sudah melakukan kejahatan korupsi, menerima sogok dan suap dalam skala yang sangat besar dan massif, justru mendapatkan perlakuan istimewa di negeri ini. Tidak seperti ‘teroris’, yang langsung dimatikan, ditembak, dan tidak ada yang berani membela. Justru Gayus Tambunan, saat sekarang ini menjadi orang penting, serta mendapatkan perlakuan sebagai ‘VVIP’.
Menemukan Gayus Tambunan di Singapura itu, juga harus melibatkan pejabat Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa, termasuk seorang perwira Polri. Bertemu dengan Gayus tempatnya tidak sembarangan. Konon di food court Lucky Plaza. Adakah semua ini sudah diatur terlebih dahulu?
Sesampai di Jakarta, Gayus Tambunan, langsung di bawa ke Mabes Polri, dan dibawa ke Gedung Rupadma, di mana Kapolri berkantor. “Tadi malam yang bertemu dengan Gayus adalah Wakapolri, Irwasum, dan juga ada Pak Kapolri. Mereka bertemu sambil minum teh diruangan itu”, ujar Yudha, yang masih keluarga Gayus. (Detik/1/4).
Gayus Tambunan telah menyedot perhatian dan seluruh energi bangsa ini. Sehingga, memalingkan semua masalah besar lainnya. Karena, yang menjadi ‘triger’, mulai dari pernyataan Susno Duadji,yang mengatakan adanya keterlibatan beberapa perwira tinggi polri, yang kemudian terjadi polemik di media massa, antara Susno Duadji dengan perwira yang disebutkan namanya itu.
Tetapi, yang masih menjadi tanda tanya besar, mengapa begitu istimewa perlakuan yang diberikan kepada Gayus Tambunan, yang nota bene, seorang yang telah melakukan kejahatan korupsi, dan menerima sogok dan suap, dan menjadi berita besar, yang sekarang ini terus berlangsung.
Apakah kasus Gayus Tambunan ini, akan berimplikasi terhadap pembaharuan dalam penegakkan hukum, dan perbaikan di internal semua lembaga penegak hukum, yang sudah nampak jelas, bahwa korupsi, sogok, suap ini, sudah sifatnya sistemik, dan masuk ke seluruh lembaga penegak hukum di Indonesia?
Perlakuan yang begitu mulia terhadap Gayus, tidak seperti seorang pesakitan, yang kelas ‘teri’, yang kadang-kadang mendapatkan perlakuan secara pisik, dan kasusnya tidak pernah mendapatkan perhatian. Berbeda dengan Gayus Tambunan, dan sengaja dibuat menjadi berita besar, dan dibiarkan tanpa ada tindakan yang jelas, dan hanya menjadi konsumsi publik. Lewat media massa.
Dramatisasi Gayus Tambunan ini, sangatlah menguntungkan bagi pemerintah, yang sebelumnya sudah mendapatkan pukulan palu dengan keputusan DPR, yang menyatakan adanya dugaan korupsi dan pelanggaran hukum, tentang bail out Bank Century Rp 6,7 triliun. Di mana dalam rekomendasi DPR itu, menyebutkan nama Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono. Tapi, munculnya kasus Gayus yang hanya golongan III A dari Ditjen Pajak, membuat peristiwa besar lainnya tak tersentuh lagi.
Kasus Gayus ini juga tidak akan berdampak politik yang besar, maka dilambungkan setinggi-tingginya. Karena kalau ada dampaknya tidak berpengaruh secara nasional. Tidak akan sampai berpengaruh apa-apa. Dan kasus ini dapat dilokasir dengan sistematis, dan yang akan menjadi korban, tak lain kelas 'teri'.
Kasus Gayus Tambunan ini tidak akan membongkar sampai tuntas ke akar-akarnya aktivitas Markus (Makelar Kasus), yang sudah sistemik, melibatkan semua aspek, dan adanya keterlibatan yang sistemik, khususnya aparat penegak hukum.
Gayus Tambun dan kasusnya, hanyalah perisitwa yang diciptakan, mengisi waktu dan mengalihkan persoalan lainnya, yang sesungguhnya menjadi perhatian rakyat. Tidak akan membongkar sindikasi kejahatan perpajakan, yang sekarang ini sudah menjadi gejala umum. Inilah sebuah ironi, dan sang pangeran ‘Gayus Tambunan’, menikmati permainan yang ada ini.
Pegawai Ditjen Pajak golongan III A, mempunyai rumah yang mewah, apartemen, mobil mewah, dan uang puluhan milyar, yang ini sejatinya substansi masalah yang ada di Indonesia. Kehidupan para birokrat dan pejabat serta penguasa di Indonesia sangatlah fantastis.
Sementara kehidupan rakyat juga sangatlah fantastis. Di mana mereka yang miskin, tinggal di kolong-kolong jembatan, di pinggir rel kereta, di stasiun kereta, di emper-emper toko, di bawah fly over, serta serba kekurangan.
Tidak apa-apa yang penting para pejabatnya makmur dan hidup dengan mewah. Biarlah rakyat saja menderita.
Justru, usai bertemu dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum itu, Gayus Tambunan dapat melenggang meninggalkan Jakarta, menuju Singapura berserta dengan isteri dan tiga anaknya, serta menginap di Hotel Meritus Mandarin, yang mewah di Singapura. Gayus bukan seperti pegawai yang hanya golongan III A. Inilah sebuah keajaiban di Indonesia.
Orang yang sudah melakukan kejahatan korupsi, menerima sogok dan suap dalam skala yang sangat besar dan massif, justru mendapatkan perlakuan istimewa di negeri ini. Tidak seperti ‘teroris’, yang langsung dimatikan, ditembak, dan tidak ada yang berani membela. Justru Gayus Tambunan, saat sekarang ini menjadi orang penting, serta mendapatkan perlakuan sebagai ‘VVIP’.
Menemukan Gayus Tambunan di Singapura itu, juga harus melibatkan pejabat Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa, termasuk seorang perwira Polri. Bertemu dengan Gayus tempatnya tidak sembarangan. Konon di food court Lucky Plaza. Adakah semua ini sudah diatur terlebih dahulu?
Sesampai di Jakarta, Gayus Tambunan, langsung di bawa ke Mabes Polri, dan dibawa ke Gedung Rupadma, di mana Kapolri berkantor. “Tadi malam yang bertemu dengan Gayus adalah Wakapolri, Irwasum, dan juga ada Pak Kapolri. Mereka bertemu sambil minum teh diruangan itu”, ujar Yudha, yang masih keluarga Gayus. (Detik/1/4).
Gayus Tambunan telah menyedot perhatian dan seluruh energi bangsa ini. Sehingga, memalingkan semua masalah besar lainnya. Karena, yang menjadi ‘triger’, mulai dari pernyataan Susno Duadji,yang mengatakan adanya keterlibatan beberapa perwira tinggi polri, yang kemudian terjadi polemik di media massa, antara Susno Duadji dengan perwira yang disebutkan namanya itu.
Tetapi, yang masih menjadi tanda tanya besar, mengapa begitu istimewa perlakuan yang diberikan kepada Gayus Tambunan, yang nota bene, seorang yang telah melakukan kejahatan korupsi, dan menerima sogok dan suap, dan menjadi berita besar, yang sekarang ini terus berlangsung.
Apakah kasus Gayus Tambunan ini, akan berimplikasi terhadap pembaharuan dalam penegakkan hukum, dan perbaikan di internal semua lembaga penegak hukum, yang sudah nampak jelas, bahwa korupsi, sogok, suap ini, sudah sifatnya sistemik, dan masuk ke seluruh lembaga penegak hukum di Indonesia?
Perlakuan yang begitu mulia terhadap Gayus, tidak seperti seorang pesakitan, yang kelas ‘teri’, yang kadang-kadang mendapatkan perlakuan secara pisik, dan kasusnya tidak pernah mendapatkan perhatian. Berbeda dengan Gayus Tambunan, dan sengaja dibuat menjadi berita besar, dan dibiarkan tanpa ada tindakan yang jelas, dan hanya menjadi konsumsi publik. Lewat media massa.
Dramatisasi Gayus Tambunan ini, sangatlah menguntungkan bagi pemerintah, yang sebelumnya sudah mendapatkan pukulan palu dengan keputusan DPR, yang menyatakan adanya dugaan korupsi dan pelanggaran hukum, tentang bail out Bank Century Rp 6,7 triliun. Di mana dalam rekomendasi DPR itu, menyebutkan nama Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono. Tapi, munculnya kasus Gayus yang hanya golongan III A dari Ditjen Pajak, membuat peristiwa besar lainnya tak tersentuh lagi.
Kasus Gayus ini juga tidak akan berdampak politik yang besar, maka dilambungkan setinggi-tingginya. Karena kalau ada dampaknya tidak berpengaruh secara nasional. Tidak akan sampai berpengaruh apa-apa. Dan kasus ini dapat dilokasir dengan sistematis, dan yang akan menjadi korban, tak lain kelas 'teri'.
Kasus Gayus Tambunan ini tidak akan membongkar sampai tuntas ke akar-akarnya aktivitas Markus (Makelar Kasus), yang sudah sistemik, melibatkan semua aspek, dan adanya keterlibatan yang sistemik, khususnya aparat penegak hukum.
Gayus Tambun dan kasusnya, hanyalah perisitwa yang diciptakan, mengisi waktu dan mengalihkan persoalan lainnya, yang sesungguhnya menjadi perhatian rakyat. Tidak akan membongkar sindikasi kejahatan perpajakan, yang sekarang ini sudah menjadi gejala umum. Inilah sebuah ironi, dan sang pangeran ‘Gayus Tambunan’, menikmati permainan yang ada ini.
Pegawai Ditjen Pajak golongan III A, mempunyai rumah yang mewah, apartemen, mobil mewah, dan uang puluhan milyar, yang ini sejatinya substansi masalah yang ada di Indonesia. Kehidupan para birokrat dan pejabat serta penguasa di Indonesia sangatlah fantastis.
Sementara kehidupan rakyat juga sangatlah fantastis. Di mana mereka yang miskin, tinggal di kolong-kolong jembatan, di pinggir rel kereta, di stasiun kereta, di emper-emper toko, di bawah fly over, serta serba kekurangan.
Tidak apa-apa yang penting para pejabatnya makmur dan hidup dengan mewah. Biarlah rakyat saja menderita.
Langganan:
Postingan (Atom)