Senin, 15 November 2010

ARTIKEL TENTANG ANAK JALANAN


Pengertian
Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang  mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.

Pengelompokan
Ditengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu children on the street dan children of the street. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu children in the street atau sering disebut juga children from families of the street.
Pengertian untuk children on the street adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal di jalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.
Children of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar
waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan
orangtua atau keluarganya.
Children in the street atau children from the families of the street adalah anak-anak yang
menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau
tinggalnya juga di jalanan.

SOLUSI
yang anak jalanan perlukan :
Pendampingan. Karena perlakuan keluarga maupun lingkungan menyebabkan anak
jalanan terkadang merasa bahwa mereka adalah anak yang tersingkirkan dan tidak
dikasihi, olehnya kita dapat memulihkan percaya diri mereka. “Uang” kita dapat
dialihkan dengan waktu yang kita berikan untuk mendampingi mereka. Dengan sikap
“Penerimaan kita” tersebut dapat mengatasi “luka masa lalu” mereka.
Bantuan Pendidikan. Kita dapat membantu mereka dalam pendampingan bimbingan
belajar, memberikan kesempatan mereka untuk sekolah lagi dengan Beasiswa,
Bimbingan Uper (Ujian Persamaan) untuk anak yang telah melewati batas usia sekolah.
“Uang” kita dapat kita konversi menjadi “Beasiswa” (memang pemerintah telah
membebaskan uang SPP untuk sekolah negeri, Namun hal tersebut digantikan dengan
pungutan lainnya bahkan lebih mahal dari pada uang SPP yang telah dihapuskan dengan
mengatas namakan “uang buku”, “uang kegiatan” dan lain-lainnya.
Bantuan Kesehatan. Dengan latar belakang pendidikan yang rendah serta lingkungan
yang tidak sehat mengakibatkan mereka rentan dengan sakit penyakit. Pada kondisi
sekarang mereka bukanlah tidak memiliki uang untuk berobat namun kesadaran akan
mahalnya kesehatan sangat rendah dalam lingkungan mereka. Uang kita dapat kita rubah
menjadi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan untuk awareness, subsidi obat-
obatan serta subsidi perawatan kesehatan.
Penyediaan Lapangan Pekerjaan. Sebagai contoh yang baik, Carrefour melakukan
terobosan yang sangat bagus dengan menerima 4 anak jalanan yang cukup umur untuk
bekerja di perusahaannya. Langkah ini merupakan salah satu obat mujarab terhadap
penyakit masyarakat yang menjangkit bahkan telah mulai membusuk dalam bangsa ini.
Bayangkan jika terdapat “Carrefour” yang lainnya dapat membuka kesempatan tersebut,
mungkin jalanan akan sepi dengan anak anak jalanan karena orang tua mereka telah
mulai bekerja. Profile keluarga dikembalikan seperti semula, orang tua menjadi penopang
keluarga
Bantuan Pangan. Dengan tingginya harga sembako membuat rakyat marginal tidak
mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan “Uang” dapat kita konversi
dengan bantuan pangan dengan mengadakan Bazaar sembako murah, kembali kita tidak
boleh memberikan kepada mereka secara gratis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar